Persib Bandung Tempuh Jalan Baru: Pemusatan Latihan di Thailand, Tonggak Profesionalisme dan Ambisi Regional
3 min read
Musim kompetisi baru memang belum benar-benar dimulai, tetapi langkah-langkah strategis Persib Bandung telah mencerminkan satu hal, bahwa klub ini tak lagi sekadar berjalan, melainkan bergerak dengan arah yang terukur dan kemauan untuk tumbuh.
Dalam menyongsong musim kompetisi 2025/2026, Persib menandai babak baru perjalanannya dengan menggelar pemusatan latihan (training camp) di luar negeri untuk pertama kalinya, di Thailand, mulai 17 Juli hingga 27 Juli 2025.
Langkah ini bukan sekadar perpindahan lokasi latihan. Ini adalah transisi mental dan simbolik dari klub yang dahulu hanya berorientasi lokal, menjadi entitas sepakbola yang mulai berpikir dan bertindak dalam dimensi regional bahkan kontinental.
Seperti kapal yang menyeberangi batas perairan biasa menuju lautan yang lebih luas dan dalam, Persib Bandung kini mengarungi tantangan yang lebih besar dengan persiapan yang diharapkan bisa jauh lebih matang.
Training camp ini digelar sesaat setelah tim Persib Bandung menyelesaikan partisipasinya di turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Masa 10 hari di Thailand dirancang bukan hanya untuk mengembalikan kebugaran fisik para pemain setelah jeda, tetapi juga sebagai laboratorium taktis dan mental.
Bojan Hodak sebagai pelatih kepala ingin menyatukan kembali denyut kerja kolektif, membangun kohesi antar lini, serta menguji adaptasi terhadap pendekatan baru yang dirancang oleh tim pelatih jelang menghadapi dua kompetisi yaitu Super League dan juga kompetisi Asia.
Dalam konteks pembangunan tim, pemusatan latihan di luar negeri bukan sekadar pilihan logistik, tetapi juga bagian dari strategi akselerasi kualitas. Thailand dipilih bukan karena jaraknya yang dekat, tetapi karena kompetisinya yang lebih ketat, infrastrukturnya yang memadai, serta ekosistem sepakbola yang telah berkembang lebih maju dari Indonesia.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut bahwa keputusan ini lahir dari visi yang lebih luas, untuk memperkuat pondasi klub secara berjenjang dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Thailand dipilih berdasarkan rekomendasi langsung dari pelatih Bojan Hodak, yang melihat negara itu sebagai lingkungan yang ideal untuk menempa pemain di bawah tekanan kompetitif yang lebih realistis.
“Kami mendukung penuh program dari tim pelatih. Thailand dipilih karena kualitas kompetisinya yang lebih tinggi dan cocok dengan kebutuhan tim dalam membangun kesiapan menghadapi Liga Super dan kompetisi Asia,” kata Adhitia.
“Ini bukan hanya soal tempat, tetapi soal kualitas ekosistem yang memacu. Latihan di luar negeri adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk meningkatkan level profesionalisme klub,” tambahnya.
Selama di Thailand, Persib dijadwalkan menjalani beberapa uji tanding melawan klub-klub papan atas Liga Thailand. Uji tanding ini lebih dari sekadar agenda latihan. Ini adalah medium reflektif bagi tim untuk berkaca sejauh mana kesiapan pemain dalam menghadapi dinamika permainan yang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terorganisir.
Apakah mental juara yang dimiliki di tanah sendiri mampu bertahan ketika diperhadapkan dengan intensitas dan tekanan dari luar zona nyaman. Juga bagaimana tim yang di isi oleh banyak pemain baru mampu beradaptasi dan bounding dalam tour yang berjalan selama hampir dua pekan ini.
Thailand di sini berperan bukan sebagai tempat wisata sepakbola, tapi sebagai simulakrum dari medan laga yang sesungguhnya di pentas Asia. Menjadi cermin bagi Persib untuk menilai bukan hanya kekuatan lawan, tetapi juga konsistensi internal, kedalaman skuad, dan kecerdasan taktis yang telah diasah selama pramusim.
Dalam narasi yang lebih besar, ini adalah langkah simbolik menuju transformasi klub. Latihan di luar negeri selalu menjadi indikator bahwa sebuah tim telah melampaui fase-fase dasar, bahwa Persib kini mampu berbicara dalam bahasa profesionalisme yang sama dengan klub-klub mapan Asia. Bahwa Persib, dalam segala identitas lokalnya, kini bersiap untuk menjadi representasi modern football club dari Indonesia yang tak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga berani menantang batas kawasan.
Setelah sepuluh hari di luar negeri, seluruh skuad akan kembali ke Indonesia pada 27 Juli 2025. Fase berikutnya adalah konsolidasi terakhir menuju dua sasaran besar musim ini, untuk mempertahankan gelar Liga 1 yang sudah berubah nama menjadi Super League dan melaju sejauh mungkin di panggung Asia.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh Bobotoh agar seluruh agenda ini berjalan lancar. Ini adalah bagian dari perjalanan besar Persib untuk naik kelas, dari tim kebanggaan lokal menjadi kekuatan sepakbola regional yang diperhitungkan,” tutup Adhitia.
Pemusatan latihan di Thailand adalah lebih dari sekadar program teknis. Ia adalah pernyataan bahwa Persib tidak ingin sekadar jadi juara satu atau dua musim, tapi ingin menapaki tangga panjang menjadi klub dengan sistem yang berkelas, berkelanjutan, dan punya daya saing.
Dengan visi yang jelas, rencana yang terukur, dan semangat kolektif yang menyala, Persib bersiap membuka lembaran baru dalam sejarahnya, di mana batas-batas domestik mulai dilewati, dan mimpi Asia menjadi kenyataan yang dirancang, bukan sekadar diharapkan.