29 Agustus 2025

Explore Persib

Persib Bandung dan Olahraga Jawa Barat

Langkah yang Hampir Hilang: Dedi Kusnandar Kembali Menari di Lapangan, Setelah Sempat Putus Asa Untuk Bisa Merumput Lagi

2 min read

Satu poin yang diraih Persib Bandung dalam laga kedua Grup B Piala Presiden 2025 melawan Dewa United, Selasa (8/7), mungkin terasa biasa di atas kertas. Namun bagi seorang Dedi Kusnandar, malam itu adalah lebih dari sekadar hasil. Itu adalah malam di mana ia berdamai dengan masa lalu, dan kembali menegaskan bahwa dirinya belum selesai.

Cedera parah yang dialaminya musim lalu sempat menempatkan kariernya di ambang batas. Bahkan dalam wawancara beberapa waktu lalu, Dado menyebut bahwa dirinya sempat mengira perjalanan sepak bolanya akan berakhir. Namun di bawah cahaya lampu Si Jalak Harupat malam itu, ia kembali—bukan sebagai simbol nostalgia, tapi sebagai pemain yang siap bertarung kembali.

“Saya sempat tidak percaya ini semua bisa terjadi lagi. Kita tahu, saya cedera dan saya pikir itu akan menghentikan karier saya. Tapi, nyatanya saya berada di sini dan kembali. Kembali bermain dan berkumpul bersama rekan satu tim dalam pertandingan. Itu yang membuat saya sangat bahagia dan terharu,” ungkap Dado saat konferensi pers.

Dado diturunkan pada babak kedua menggantikan Marc Klok. Ia langsung menunjukkan kontrol yang baik, membaca alur permainan dengan tenang, dan menjadi penghubung yang rapi di lini tengah. Tidak ada selebrasi berlebihan, hanya ekspresi tulus dari seorang pemain yang kembali bisa melakukan hal yang ia cintai.

Selama masa pemulihan, Dado bukan hanya bertarung secara fisik, tapi juga mental. Ia menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari bangku cadangan, dari tribun, dari ruang perawatan. Kini, momen kecil seperti menyentuh bola pertama atau memberi umpan pendek di tengah tekanan, terasa seperti anugerah yang tak ternilai.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Coach Bojan (Hodak) yang mendukung serta memberikan kepercayaan lagi terhadap saya. Saya juga berterimakasih terhadap semua pemain dan staf yang sudah mendukung saya selama ini,” tuntasnya.

Di tengah regenerasi yang dijalankan Bojan Hodak dan sorotan terhadap para pemain muda, momen ini menjadi pengingat bahwa Persib juga memiliki veteran yang tak gentar bangkit dari keterpurukan. Dado bukan hanya kembali, ia memberi harapan bahwa setiap pemain yang jatuh punya jalan untuk pulang. Dan malam itu, Dedi Kusnandar pulang—ke lapangan, ke rumahnya yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *