Tak Mau Terburu-Buru Sikapi Perubahan Regulasi Pemain Asing, Bojan Hodak Nilai 8 Pemain Asing Sudah Cukup: “Mungkin Hanya Tambah Satu”
2 min read
Regulasi anyar Super League yang mengizinkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing membuka ruang manuver besar bagi para pelatih di Indonesia. Namun, bagi Bojan Hodak yang merupakan pelatih kepala Persib Bandung, perubahan kebijakan ini tidak serta-merta memaksanya untuk bergerak cepat dalam menambah amunisi. Ia memilih tetap pada jalur yang rasional dan penuh pertimbangan.
Bojan Hodak menyampaikan bahwa dirinya belum mengambil keputusan akhir. Komunikasi dengan manajemen Persib Bandung akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk mengevaluasi kebutuhan tim secara menyeluruh.
“Saya belum tahu. Untuk ini saya masih harus bicara dengan manajemen, mungkin pembicaraan ini dilakukan dalam 2–3 hari ke depan,” ujar Bojan.
Saat ini Persib telah memiliki delapan pemain asing, dan bagi Bojan, komposisi tersebut sudah cukup solid untuk menopang struktur permainan yang ia kembangkan. Ia bahkan secara terbuka mengindikasikan bahwa bila pun tim menambah pemain asing, jumlahnya tidak akan besar.
“Kami sudah memiliki delapan pemain asing dan saya rasa untuk saat ini sudah cukup. Saya tidak yakin akan memaksimalkan semua kuota pemain asing. Mungkin kami hanya akan menambah satu dan itu akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Bojan tidak terjebak dalam logika kuantitas. Ia tetap memprioritaskan keseimbangan tim, efektivitas rotasi, serta dinamika ruang ganti. Dengan hanya mempertimbangkan satu tambahan pemain, Bojan menunjukkan bahwa ia memiliki kerangka pikir strategis yang matang, tidak gegabah, dan tetap menjunjung stabilitas serta harmoni skuad.
Lebih dari sekadar taktik, ini juga soal kepemimpinan. Bojan membaca kebutuhan tim dengan jernih dan tidak larut dalam euforia pasar. Di tengah regulasi yang memberi peluang besar, ia justru memperlihatkan sikap yang grounded: tahu kapan harus bertindak, dan lebih penting lagi, tahu kapan harus menahan diri.
Dengan keputusan rasional semacam ini, Persib tidak hanya bergerak berdasarkan perubahan aturan, tetapi tetap menjaga identitas, konsistensi, dan karakter tim yang telah dibangun selama dua musim terakhir.